Dalamdisertasi saya mengambil tema penelitian terkait peran mardhotilllah atau motivasi dalam rangka memperoleh ridho Allah SWT untuk menyelesaikan masalah-masalah. Untuk ujian tertutup Disertasi saya baru-baru ini sudah dilaksanakan, tinggal ujian terbuka atau promosinya saja, semoga goalnya bisa bermanfaat bagi perpustakaan dan masyarakat
AhmadBaha'uddin Nursalim (Gus Baha) Hafizahullah mengatakan pentingnya ridho dengan ketetapan Allah. Mudah bahagia dan ceria sekalipun dengan hal-hal sederhana. Beliau mengutip ayat Alquran QS Yunus: ayat 62 yaitu Ingatlah sesungguhnya para Wali Wali Allah tidak takut dan tidak bersedih hati.
Penyakitmerupakan salah satu bentuk ujian dan cobaan dari Allah. Tentunya Allah berikan untuk hambanya sebagai bentuk kasih sayang Allah terhadap hambanya. Bagaimana manusia akan selalu mengingat Tuhannya, Barangsiapa yang ridho maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka."
Fast Money. ุฅูููู ุงูููููู ุฅูุฐูุง ุฃูุญูุจูู ููููู
ูุง ุงุจูุชููุงูููู
ู ููู
ููู ุฑูุถููู ูููููู ุงูุฑููุถูุง ููู
ููู ุณูุฎูุทู ูููููู ุงูุณููุฎูุทูโSesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Barang siapa yang ridho terhadap ujian tersebut maka baginya ridho Allah dan barang siapa yang marah terhadap ujian tersebut maka baginya murka-Nya.โ HR. TirmidziDari hadist tersebut sudah jelas, bahwa ketika Alah mencinati seorang hamba, maka hamba tersebut akan Allah uji, dengan tujuan Allah ingin menguji apakah hamba tersebut ridho terhadap cobaan tersebut aatukah malah akan marah-marah dengan cobaan tersebut walaupun sebenarnya Allah sudah Maha tahu terhadap respon hamba tersebut, namun Allah ingin memberitahukan hal tersebut ke hambanya yang lain secara umum.Dari Mushโab bin Saโid seorang tabiโin dari ayahnya berkata, ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ุฃูููู ุงููููุงุณู ุฃูุดูุฏูู ุจููุงูุกูโWahai Rasulullah, siapakah yang paling berat ujiannya?โ Beliau shallallahu alaihi wa sallam menjawab, ุงูุฃูููุจูููุงุกู ุซูู
ูู ุงูุฃูู
ูุซููู ููุงูุฃูู
ูุซููู ููููุจูุชูููู ุงูุฑููุฌููู ุนูููู ุญูุณูุจู ุฏูููููู ููุฅููู ููุงูู ุฏูููููู ุตูููุจูุง ุงุดูุชูุฏูู ุจููุงูุคููู ููุฅููู ููุงูู ููู ุฏูููููู ุฑููููุฉู ุงุจูุชููููู ุนูููู ุญูุณูุจู ุฏูููููู ููู
ูุง ููุจูุฑูุญู ุงููุจููุงูุกู ุจูุงููุนูุจูุฏู ุญูุชููู ููุชูุฑููููู ููู
ูุดูู ุนูููู ุงูุฃูุฑูุถู ู
ูุง ุนููููููู ุฎูุทููุฆูุฉู ยปโPara Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat kokoh, maka dia akan mendapat ujian begitu kuat. Apabila agamanya lemah, maka dia akan diuji sesuai dengan agamanya. Senantiasa seorang hamba akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di bumi dalam keadaan bersih dari dosa.โ HR. TirmidziSemoga kita yang sedang mendapat ujian atau musibah merenungkan hadits-hadits di atas. Sungguh ada sesuatu yang tidak kita ketahui di balik musibah tersebut. Maka bersabarlah dan berusahalah ridho dengan taqdir ilahi serta mencari Manawi mengatakan, โBarangsiapa yang menyangka bahwa apabila seorang hamba ditimpa ujian yang berat, itu adalah suatu kehinaan; maka sungguh akalnya telah hilang dan hatinya telah buta tertutupi. Betapa banyak orang sholih ulama besar yang mendapatkan berbagai ujian yang menyulitkan. Tidakkah kita melihat mengenai kisah disembelihnya Nabi Allah Yahya bin Zakariya, terbunuhnya tiga Khulafaโur Rosyidin, terbunuhnya Al Husain, Ibnu Zubair dan Ibnu Jabir. Begitu juga tidakkah kita perhatikan kisah Abu Hanifah yang dipenjara sehingga mati di dalam buih, Imam Malik yang dibuat telanjang kemudian dicambuk dan tangannya ditarik sehingga lepaslah bahunya, begitu juga kisah Imam Ahmad yang disiksa hingga pingsan dan kulitnya disayat dalam keadaan hidup. โฆ Dan masih banyak kisah lainnya.โ Faidhul Qodhir Syarh Al Jamiโ Ash ShogirSemoga kita termasuk orang-orang yang bersabar ketika menghadapi musibah.
Inilah yang patut dipahami setiap insan beriman. Bahwa cobaan kadang dapat meninggikan derajat seorang muslim di sisi Allah dan tanda bahwa Allah semakin cinta kepada hamba-Nya. Dan semakin tinggi kualitas imannya, semakin berat pula ujiannya. Namun ujian terberat ini akan dibalas dengan pahala yang besar pula. Sehingga kewajiban kita adalah bersabar. Sabar ini merupakan tanda keimanan dan kesempurnaan tauhidnya. Dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ุฅูุฐูุง ุฃูุฑูุงุฏู ุงูููููู ุจูุนูุจูุฏููู ุงููุฎูููุฑู ุนูุฌูููู ูููู ุงููุนููููุจูุฉู ููู ุงูุฏููููููุง ููุฅูุฐูุง ุฃูุฑูุงุฏู ุงูููููู ุจูุนูุจูุฏููู ุงูุดููุฑูู ุฃูู
ูุณููู ุนููููู ุจูุฐูููุจููู ุญูุชููู ูููููููู ุจููู ููููู
ู ุงููููููุงู
ูุฉู โJika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.โ HR. Tirmidzi no. 2396, hasan shahih kata Syaikh Al Albani. Juga dari hadits Anas bin Malik, beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ุฅูููู ุนูุธูู
ู ุงููุฌูุฒูุงุกู ู
ูุนู ุนูุธูู
ู ุงููุจููุงูุกู ููุฅูููู ุงูููููู ุฅูุฐูุง ุฃูุญูุจูู ููููู
ูุง ุงุจูุชููุงูููู
ู ููู
ููู ุฑูุถููู ูููููู ุงูุฑููุถูุง ููู
ููู ุณูุฎูุทู ูููููู ุงูุณููุฎูุทู โSesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.โ HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani. Faedah dari dua hadits di atas 1- Musibah yang berat dari segi kualitas dan kuantitas akan mendapat balasan pahala yang besar. 2- Tanda Allah cinta, Allah akan menguji hamba-Nya. Dan Allah yang lebih mengetahui keadaan hamba-Nya. Kata Lukman -seorang sholih- pada anaknya, ูุง ุจูู ุงูุฐูุจ ูุงููุถุฉ ูุฎุชุจุฑุงู ุจุงููุงุฑ ูุงูู
ุคู
ู ูุฎุชุจุฑ ุจุงูุจูุงุก โWahai anakku, ketahuilah bahwa emas dan perak diuji keampuhannya dengan api sedangkan seorang mukmin diuji dengan ditimpakan musibah.โ 3- Siapa yang ridho dengan ketetapan Allah, ia akan meraih ridho Allah dengan mendapat pahala yang besar. 4- Siapa yang tidak suka dengan ketetapan Allah, ia akan mendapat siksa yang pedih. 5- Cobaan dan musibah dinilai sebagai ujian bagi wali Allah yang beriman. 6- Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia dengan diberikan musibah yang ia tidak suka sehingga ia keluar dari dunia dalam keadaan bersih dari dosa. 7- Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak. Ath Thibiy berkata, โHamba yang tidak dikehendaki baik, maka kelak dosanya akan dibalas hingga ia datang di akhirat penuh dosa sehingga ia pun akan disiksa karenanya.โ Lihat Faidhul Qodir, 2 583, Mirqotul Mafatih, 5 287, Tuhfatul Ahwadzi, 7 65 8- Dalam Tuhfatul Ahwadzi disebutkan, โHadits di atas adalah dorongan untuk bersikap sabar dalam menghadapi musibah setelah terjadi dan bukan maksudnya untuk meminta musibah datang karena ada larangan meminta semacam ini.โ Jika telah mengetahui faedah-faedah di atas, maka mengapa mesti bersedih? Sabar dan terus bersabar, itu solusinya. Semoga Allah memberi kita taufik dalam bersabar ketika menghadapi musibah. Wallahul muwaffiq. โ Mabna 27, kamar 201, Jamiโah Malik Suโud, Riyadh-KSA Renungan di malam hari sebelum tidur, 24 Rabiโul Awwal 1434 H
โ Allah Taala sebagai satu-satunya Dzat yang berhak untuk diibadahi, ridha dengan segala ujian atau musibah yang Allah turunkan kepada kita dan kita tidak boleh mencela ketetapan Allah. Kebanyakan yang menggelincirkan kaki manusia adalah berkaitan dengan penentangan terhadap takdir, mencelanya, tidak ridha terhadapnya, mengeluh dan menyandarkan kezhaliman kepadanya. Jika suatu saat rezekinya seret, dia akan berkata, โIni adalah bentuk kezhaliman. Dan, adakah orang lain yang lebih baik dariku ? โ Jika dia melihat orang-orang pergi mencari rezeki lalu sukses, dia akan berteriak,โDuhai seandainya aku seperti mereka, niscaya aku akan mengalami kesuksesan yang gemilang!โ Sayangnya, tabiat ini paling banyak tergambar dari sebagian kaum perempuan. Padahal amalan akidah tersebut diharamkan Allah Taโala, karena mereka tidak ridha dengan qadha ketentuan Allah. Dia beriman terhadap takdir yang baik, sedang terhadap takdir yang buruk, dia mengingkarinya. Dia rela dengan takdir yang manis dan menggerutu terhadap takdir yang pahit. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuโanhu diriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ูุงู ููุคูู
ููู ุนูุจูุฏู ุญูุชููู ููุคูู
ููู ุจูุงููููุฏูุฑู ุฎูููุฑููู ููุดูุฑูููู ุญูุชููู ููุนูููู
ู ุฃูููู ู
ูุง ุฃูุตูุงุจููู ููู
ู ูููููู ููููุฎูุทูุฆููู ููุฃูููู ู
ูุง ุฃูุฎูุทูุฃููู ููู
ู ูููููู ููููุตููุจููู โSeorang hamba tidak dikatakan beriman sampai beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk. Dan, hingga dia mengetahui bahwa apa yang ditakdirkan menimpanya, maka tidak akan pernah meleset, dan apa yang tidak ditakdirkan menimpanya, maka tidak pernah akan menimpa Shahih Sunan at-Tirmidzi. Dinukil dari pendapat Abdul Lathif bin HajisnAl-Ghomidi dalan kitabnya โโMukhalafaat Nisaiyyahโ, 100 Mukhalafah Taqaโu fiha al-Katsir Minan Nisa-i bi Adillatiha Asy-Syarโiyyahโ diuraikan, sebagian kaum perempuan meremehkan tentang dosa mencela takdir tersebut. Jika dia melihat ada seseorang tiba-tiba mendapatkan berbagai kenikmatan dunia, dia menganggap tidak ada hikmah dalam pemberian Allah tersebut. Lantas dia berkata, โSesungguhnya Allah telah memberikan kepada seseorang yang tidak berhak mendapatkannya. โ Di atas inilah dia berjalan, selalu dalam keadaan mengeluh, terus menerus mencela takdir Allah. โBahkan bisa jadi, dia akan mengatakan bahwa tidak ada hikmah dan rahmat dalam ketentuan-Nya. Jika ia mau beriman dan menginstropeksi dirinya, memperhatikan pemahamannya, bersabar dan selalu mengharap pahala darinya, maka hal itu tentu lebih baik baginya, baik cepat maupun lambat,โjelas Al-Ghomidi. Dari Zaid bin Tsabit diriwayatkan bahwa ia berkata aku pernah mendengar Rasulullah bersabda ูููู ุฃูููู ุงูููููู ุนูุฐููุจู ุฃููููู ุณูู
ูุงููุงุชููู ููุฃููููู ุฃูุฑูุถููู ุนูุฐููุจูููู
ู ูููููู ุบูููุฑู ุธูุงููู
ู ููููู
ู ุ ูููููู ุฑูุญูู
ูููู
ู ููุงููุชู ุฑูุญูู
ูุชููู ุฎูููุฑูุง ููููู
ู ู
ููู ุฃูุนูู
ูุงููููู
ู ุ ูููููู ุฃูููููููุชู ู
ูุซููู ุฃูุญูุฏู ุฐูููุจูุง ููู ุณูุจูููู ุงูููู ู
ูุง ููุจููููู ุงูููููู ู
ููููู ุญูุชููู ุชูุคูู
ููู ุจูุงููููุฏูุฑู ุ ููุชูุนูููู
ู ุฃูููู ู
ูุง ุฃูุตูุงุจููู ููู
ู ูููููู ููููุฎูุทูุฆููู ุ ููุฃูููู ู
ูุง ุฃูุฎูุทูุฃููู ููู
ู ูููููู ููููุตููุจููู ุ ูููููู ู
ูุชูู ุนูููู ุบูููุฑู ููุฐูุง ููุฏูุฎูููุชู ุงููููุงุฑู โSekiranya Allah menghendaki untuk mengazab para penduduk langit dan bumi, niscaya Dia akan mengazab mereka, dan itu bukanlah bentuk kezhaliman Allah kepada mereka. Dan, sekiranya Dia memberi rahmat kepada mereka, niscaya rahmat-Nya lebih baik bagi mereka daripada amal mereka sendiri. Jika engkau memiliki emas sebesar bukit Uhud yang engkau infakkan di jalan Allah, niscaya amalamu tidak akan diterima sampai engkau mengimani takdir secara keseluruhan, dan engkau mengetahui bahwa apa yang ditakdirkan menimpamu, maka tidak pernah akan meleset dan apa yang tidak ditakdirkan manimpamu, maka tidak akan menimpamu. Jika engkau mati tidak dalam keadaan demikian pasti engkau akan masuk Neraka Shahih Sunan Abi Dawud, dan Shahih Sunan Abni Majaha Muslimah, kita ini adalah hamba Allah. Seperti budak kepada tuannya, maka apa keinginan tuannya, budak harus menurutinya. Demikianlah kita kepada Allah. Namun Allah adalah tuan yang tidak pernah berbuat zalim pada hamba-hamba-Nya. Maka kita harus ridha dengan segala ketetapan Allah. Kita harus ridho Allah sebagai satu-satunya Dzat yang berhak untuk diibadahi. Ridha dengan segala ujian atau musibah yang Allah turunkan kepada kita. Kita tidak boleh mencela ketetapan Allah. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda ุฅู ุนุธู
ุงูุฌุฒุงุก ู
ุน ุนุธู
ุงูุจูุงุก ูุฃู ุงููู ุฅุฐุง ุฃุญุจ ููู
ุง ุงุจุชูุงูู
ุ ูู
ู ุฑุถู ููู ุงูุฑุถู ูู
ู ุณุฎุท ููู ุงูุณุฎุท โBesarnya ganjaran pahala tergantung pada besarnya ujian. Dan Allah jika mencintai suatu kaum maka Dia akan menguji mereka. Siapa yang ridho menerima ujian maka baginya ridha. Siapa yang marah, tidak terima takdir Allah, maka baginya kemarahan.โ Jadi, apa yang Allah Taโala takdirkan buat kita, itu yang terbaik buat kita. Apa saja, termasuk ujian dan cobaan. Allah yang menakdirkan musibah ini, Allah juga yang akan mengembalikan kepada keadaan yang lebih baik. Ketika ditimpa musibah dan kesusahan, jangan berharap sesuatu pun dari manusia. Berharaplah kepada Allah saja. Allah yang menciptakan kita, maka Allah pasti akan memberikan rezeki kepada kita. Yakinlah, bahwa Allah Taโala tidak akan menelantarkan hamba-hamba-Nya yang Aโlam.*/sumber;
ridho dengan ujian allah