Beberapajudul telah secara tidak langsung memberi tahu pembaca seperti apa karangan yang akan mereka baca, contohnya: "Misteri Pembunuhan Si Pendekar Kampus", "Bangkit dari Kubur, "Cintapuccino", dll. Namun perlu diingat bahwa judul yang berlebihan malah akan dapat menjadi bumerang bagi Anda.
Itubaru soal sosial, belum lagi soal atas katil. Kalau dalam sebulan tu, dalam 5 kali yang saya minta cuma sekali yang saya dapat. Itu pun rasa macam buat dengan patung. Kalau dulu, bila saya mintak 5 kali, 8 kali pun dia sanggup walaupun dia sampai susah nak bangun pagi tapi sekarang nyata berbeza.
287 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu." 28:8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya
cash. Kisah Nyata mayat bangkit dari kubur dalam sejarah islam. Setiap manusia pasti kelak akan merasakan sakaratul maut, setiap jiwa yang bernyawa pasti kelak akan mengalami yang Namanya kematian. Kullu nafsing dzaaiqotul maut. Sakaratul maut bagaikan gerbang menuju perpindahan dari alam dunia menuju ke akhirat. Kelak segala perbuatan manusia didunia pasti akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat. Dahulu ada sekelompok orang yang pernah menyaksikan kebenaran sakaratul maut itu dari informasi seorang mayit yang berhasil hidup kembali. Mayit itu bangkit dari kubur dan dapat menceritakan kisah mengerikan yang dulu pernah ia alami. Padahal si mayit sudah lama meninggal dunia dan dikubur dalam tanah. Mayit itu diketahui telah dimakamkan 1 abad lamanya. Hal ini sungguh menakjubkan, mungkin sebagian kita menganggap bahwa tidak mungkin ada seseorang yang mati lalu hidup kembali. Namun didunia ini Allah lah yang maha kuasa dan berkehendak. Berikut beberapa kisah nyata mayat hidup dan bangkit dari alam kubur. Rasulullah SAW pernah menceritakan kisah mayit hidup dan bangkit dari alam kubur. Dahulu dizaman bani Israel ada sekelompok orang dari kalangan bani israil pergi kesebuah tempat pemakaman umum. Mereka pergi ke area perkuburan dengan maksud dan tujuan. Lalu diantara mereka lantas mengusulkan agar melaksanakan sholat dua rokaat, dan setelah itu barulah mereka berdoa kepada Allah SWT agar berkenan mengeluarkan seorang mayit dari dalam kubur. Tujuan mereka berdoa seperti itu bukan untuk menguji Allah, tetapi keinginan mereka ini bertujuan agar mereka mengetahui, hati mereka semakin yakin. Nantinya mereka ingin berkomunikasi dengan si mayit tentang kematian. Peristiwa ini tentu bisa dipetik pelajaranya, dan bisa dijadikan renungan agar kita selalu mengingat kematian. Simayit juga akan mengisahka kisahnya ketika datangnya kematian. Sementara yang hidup bisa mengambil pelajaran dari si mayit, karena jelas mereka kelak juga akan menyusul kematian. Mereka lantas melaksanakan sholat dua roka’at. Setelah melakasanakan sholat, mereka lantas berdoa memohon kepada Allah agar mengeluarkan dan menghidupkan seorang mayit dalam pemakaman itu. mereka ingin sekali berkomunikasi dengan orang yang sudah mati untuk mendapatkan informasi tentang kematian. Seperti yang kita tahu kematian selalu menjadi misteri yang tidak ada satupun manusia yang bisa meprediksi dan tahu kapan kematian itu datang. Yang jelas kematian itu ada pasti terjadi dan akan dialami setiap makhluk yang bernyawa. Akhirnya doa orang-orang bani israil itu Allah SWT kabulkan. Allah kemudian membangkitkan salah seorang mayit dari dalam kubur. Tiba-tiba muncullah sebuah kepala mayit dari dalam kubur. Subhanallah, mayit itu benar-benar bangkit dari kubur dan hidup kembali. Mayit itu memiliki ciri-ciri berkulit coklat dan ada bekas sujud diantara kedua belah matanya. Mayit itu lantas berkata “Wahai kalian! Apa yang kalian inginkan dariku? Aku telah mati sejak seratus tahun lalu, namun panasnya kematian belum juga hilang dariku sampai sekarang ini” Peristiwa itu benar-benar sungguh menakjubkan bagi sekelompok orang bani israil itu. mereka akhirnya bisa berkomunikasi dengan salah satu mayit dipemakaman itu tentang kematian. Simayit menjelaskan jikalau dirinya adalah telah mati dan dimakamkan 1 abad yang lalu. Tetapi rasa panas kematian belum juga menghilang hingga saat itu ia dibangkitkan Allah kembali. Peristiwa ini menjelaskan begitu dasyat dan sakitnya kematian itu. Simayit lantas berkata kepada sekelompok bani israil itu “maka berdoalah kepada Allah SWT agar mengembalikanku seperti semula lagi” Mereka lantas berdoa kepada Allah, dan akhirnya si mayit kembali seperti sediakala lagi. Begitu dasyatnya rasa kematian itu, bahkan hal ini juga dialami oleh orang-orang soleh ahli ibadah. Sebagaimana sosok mayit dalam kisah ini, ia adalah seorang yang sholih ahli ibadah. Semasa hidupnya ia banyak mengerjakan ibadah sholat. Bahkan bekas sujudnya masih terlihat jelas diantara kedua matanya. Namun rasa kematian itu akan lebih menyakitkan lagi bila dialami oleh orang-orang kafir dan para pendosa. Dalam kisah lainya, Allah juga pernah menghidupkan orang dari kematian. Pernah suatu ketika ada korban pembunuhan dari bani israil. Allah lantas memerintahkan mereka untuk menyembelih seekor sapi, kemudian salah satu bagian sapi dipukulkan kearah korban. Allah SWT lantas menghidupkan korban pembunuhan itu. dari situlah sikorban bisa berbicara dan memberitahukan siapa pelaku yang telah membunuhnya. Dalam kisah lain, Dahulu pernah ada orang yang melewati sebuah negeri yang insfrastruktur bangunanya hancur, runtuh. Kemudian ia merasa heran bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri tersebut setelah mati. Allah Lantas mematikan orang itu beserta keledainya selama seratus tahun lamanya. Kemudian setelah itu Allah hidupkan kembali orang itu. Orang itu lantas menyaksikan bagaimana Allah menyusun tulang belulang, kemudian menutupinya dengan daging, hingga kembalinya ruh. Dikisah lainya, Dahulu nabi Ibrahim pernah meminta kepada Allah untuk memperlihatkan bagaimana cara Allah menghidupkan orang mati. Kemudian diperintahlah nabi Ibrahim untuk menyembelih 4 ekor burung dan mencincangnya. Lalu diletakkan bagian tubuh itu dipuncak gunung gunung. Setelah itu nabi Ibrahim diperintah untuk memanggil keempat burung yang telah mati itu. Alhasil, menyatulah bagian tubuh burung-burung itu atas seizin Allah SWT. Kemudian burung-burung itu mendekat dan menghampiri nabi Ibrahim As. Dizaman nabi isa As, banyak orang-orang yang melihat Nabi isa menghidupkan orang-orang yang telah meninggal dunia atas seizin Allah SWT. Allah juga pernah menghidupkan kembali orang-orang yang pergi meninggalkan perkampungan mereka karena khawatir takut mati. Jumlah yang Allah hidupkan juga tidak sedikit, melainkan jumlah mereka ada ribuan orang. Semoga artikel kisah ini bermanfaat, Wallahu A’lamu bishowab. Sumber Shohih Qishosun Nabawi Dr. Umar Sulaiman Al-AsyqarBaca Juga Kisah Sedih Wafatnya Nabi Ibrahim As Part 11
Tubuh Bernanah dan Kaki Membesar Janin Menghilang Setelah Tujuh Bulan DikandungJenazah Merekat di - Masih ingat sensasi membaca judul-judul di atas pada era 2000-an? Kita mungkin bergidik ngeri dan mengelus dada sambil berucap, "Amit-amit." Kisah-kisah fenomenal tentang siksa kubur itu kini meredup dan perlahan ikut terkubur juga, bersamaan dengan tamatnya sang pionir cerita mistis religius di Indonesia. Saksikan bagian pertama dari seri tulisan Senja Kala Media Cetak, "Hidayah Undercover Kisah Di Balik Cover Seram Majalah Hidayah." ***Pada tahun yang sama ketika Soeharto lengser dari tahtanya, di negeri jiran Malaysia terbit satu media cetak yang kelak melegenda, kita mengenalnya dengan nama Hidayah. Mottonya waktu itu Sebuah Daiges Islam. Digest adalah majalah kecil atau intisari. Orang-orang Melayu kala itu sedang gandrung-gandrungnya cerita mistis, puluhan judul digest misteri tayang tiap bulannya. Penerbit Hidayah PT Variapop Group di Malaysia awalnya menjalankan majalah selebriti Variapop dan menerbitkan beberapa digest lain seperti Variasari yang banyak membahas soal seksologi, Misteri yang mengupas soal hal-hal mistis, dan teranyar Hidayah. Sayangnya, untuk judul terakhir itu hanya beberapa edisi yang laris di pasaran, sedangkan sisanya kurang diminati. Hidayah terbitan Malaysia dengan motto Sebuah Daiges Islam. Istimewa Pemilik Variapop Group H. Mustafa bin H. Ton punya istri orang Indonesia, Wirdaningsih Aminuddin. Akhirnya, H. Mustafa membuka penerbitan di Jakarta. Pada tahun 2000, terbitlah tabloid Berita Indonesia yang ditujukan untuk orang-orang Indonesia yang tinggal di Malaysia. Salah seorang wartawan pertamanya adalah lulusan akidah filsafat IAIN Sunan Kalijaga bernama Ridwan Malik. Kelak Ridwan menjadi pemimpin redaksi pertama majalah Hidayah di Indonesia."Ketika tabloid itu terbit, saya justru ditugaskan untuk fokus membantu Hidayah yang ada di Malaysia. Sejak saat itu saya menulis untuk Hidayah dan sesekali mengisi di Misteri," cerita Ridwan saat dihubungi ERA, Jumat 30/1/2022.Sebelum Hidayah datang ke bumi pertiwi, majalah Sabili sudah lebih dulu moncer namanya di Indonesia. "Bos saya sebagai pengusaha media sangat senang mempelajari media-media yang terbit di Indonesia," kenang Ridwan. "Salah satu majalah yang beliau lihat pesat perkembangannya pada waktu itu adalah Sabili. Beliau jadi melek ternyata majalah Islam luar biasa pasarnya di Indonesia."Meskipun pada awalnya Ridwan pesimis saat bosnya ingin menerbitkan Hidayah di Indonesia, ternyata majalah itu mampu berdiri teguh hingga 15 tahun sebelum pamit, jauh lebih sukses ketimbang di negara asalnya. Pada 1 Agustus 2001, bayi itu lahir, tetapi istilah digest diganti intisari dan terciptalah motto yang akan dikenang panjang Sebuah Intisari mana datangnya kisah-kisah azab di majalah Hidayah?Kantor pertama majalah Hidayah bertempat di ruko sederhana Senkom Amsterdam Kota Wisata Cibubur, Jakarta Timur. Edisi perdananya dicetak eksemplar, dijual seharga dengan diskon 50% dan segera ludes terjual. Hanya dalam kurun setahun, oplah Hidayah tembus eksemplar, bandingkan dengan majalah sebesar Tempo yang hanya berkisar mewawancarai redaktur pelaksana majalah Hidayah, Sari Narulita dan seorang staf redaksi bernama Herry Munhanif untuk berbagi kisah bagaimana mereka mendapatkan kisah-kisah unik bin ajaib saban bulan. Sari sendiri bergabung sejak 2003 bersama seorang kawannya yang aktif di sebuah majalah komunitas. "Saat itu Hidayah sedang menuju puncak angka penjualan tertinggi berdasarkan survei Nielsen," ujar Sari. Majalah Hidayah edisi Maret 2015. ERA/Agus Ghulam Secara umum, Hidayah sukses digandrungi jutaan orang Indonesia lewat formula dua macam kisah yang tayang di sana. Pertama, kisah husnul khatimah atau tentang akhir hidup yang baik. Kedua dan yang jadi andalan Hidayah, kisah su'ul khatimah yang menceritakan akhir hidup para pendosa dengan berbagai azab yang menimpa mereka. Kedua kisah itu dimasukkan dalam rubrik Kisah kisah-kisah itu masih diadopsi dari materi yang tayang di Hidayah Malaysia. Seiring waktu berjalan, animo masyarakat kian tinggi, rubrik Kisah Nyata yang awalnya berisi tiga kisah setiap bulan bertambah jadi empat. Ridwan yang dipasrahi sebagai pemimpin redaksi Hidayah mulai merekrut lebih banyak orang, termasuk Sari dan Herry. Setelah nama Hidayah kian populer, surat-surat dari pembaca datang silih berganti, baik yang dikirim langsung ke alamat redaksi, lewat panggilan telepon, hingga email Hidayah. Dari sanalah kisah-kisah menarik yang bisa diambil hikmahnya berakar dan jadi sumber liputan tim redaksi. "Itu semua kita jadikan informasi awal. Informasi ini kita seleksi mana yang patut ditindaklanjuti dan mana yang tidak," ujar Herry kepada ERA, Selasa 27/1/2022.Selanjutnya mereka turun langsung ke lapangan, mencari tahu detail setiap kejadian, dan bertemu para narasumber yang akan berkisah panjang lebar soal peristiwa yang ramai jadi buah bibir warga kampungnya. Secara teknis memang terdengar sederhana, tetapi kenyataannya tidak, apalagi jika menyangkut liputan soal akhir tragis mereka yang konon narasumber yang enggan buka suara hingga disambut dengan golokTak ada nama asli atau lokasi pasti yang disebutkan dalam rubrik Kisah Nyata. Namun, bukan berarti dengan menyamarkan nama tokoh dan tempat akan mempermudah tim redaksi mengulik informasi. Herry dan Sari mengisahkan betapa susahnya liputan Hidayah dan berhadapan langsung dengan narasumber pernah meliput satu kasus di sebuah desa di Bogor. Ia ditemani seorang pemandu yang menelepon ke kantor Hidayah dan menjadi informan pertamanya. Herry diantar menuju salah satu rumah warga yang tahu persis kejadian lebih lengkap. “Kebetulan cerita yang saya hendak cari tahu berbau su'ul khatimah,” ujarnya. Dan setelah ia diperkenalkan sebagai wartawan, mendadak bapak tuan rumah tutup mulut dan mengarahkannya untuk bertanya ke orang lain. “Di wajahnya seperti ada ketakutan yang luar biasa,” kenang Herry. Sampai segelas kopi ia habiskan, tuan rumah kekeh tak ingin bicara. Herry akhirnya pulang dan hanya mendapatkan beberapa jepret foto lokasi juga pernah melakukan investigasi untuk kisah utama tentang kematian su'ul khatimah. “Sumber utama kami yang rumahnya tidak jauh dari lokasi tahu persis bagaimana tingkah laku almarhum semasa hidup,” cerita Sari. “Sayangnya, saat itu saya kurang berpikir masak-masak dampaknya jika harus mendatangi objek cerita.”Sari pergi ke rumah keluarga almarhum dengan maksud mengonfirmasi kebenaran kisah yang ia dengar. “Kata warga setempat, keluarga almarhum itu jawara dan gampang ngamuk,” ujarnya. Sesampainya di rumah itu, tak ada sambutan hangat untuk Sari, ia diamuk habis dan diusir dengan acungan golok di hanya dua contoh kecil dari sekelumit kisah kesulitan yang kerap dialami tim redaksi Hidayah. Sari pamit dari majalah itu pada 2011, sedangkan Herry terus berada di sana hingga 2016. Bukan karena ia tak lagi betah liputan, tetapi riwayat majalah Hidayah memang tamat saat itu juga. “Sejak Agustus 2016, seiring tren menjamurnya media online, majalah Hidayah tidak lagi terbit,” tutup penggambar cover seram majalah HidayahApalah artinya kisah-kisah ajaib Hidayah tanpa disokong ilustrasi ciamik yang jadi ciri khas majalah itu di sampul depannya. Tanpa perlu membaca isinya, dari sekilas memandangi cover Hidayah dijamin jiwa pendosa kita sudah meronta-ronta. Kisah-kisah Hidayah semakin hidup lewat goresan tangan lelaki bernama Suryadi. Ia adalah ilustrator otodidak yang bertanggung jawab di setiap cover Hidayah."Saya ngegambar buat majalah Hidayah sebelum majalah itu terbit di Indonesia. Awalnya yang punya majalah Hidayah, orang Malaysia datang ke Jakarta, minta saya bikin gambar buat majalah Hidayah," kata Suryadi, dikutip bergabung dengan Hidayah, ia bekerja menjadi ilustrator di majalah wanita dewasa. Lepas dari sana, pemilik Hidayah menghubunginya berkat kontak yang diberikan bekas kantor lama Suryadi. "Awalnya saya diajakin jadi pegawai. Tapi karena bayarannya tidak sesuai, saya milih jadi freelance saja," mulai berkreasi, Suryadi terlebih dahulu mengkhatamkan kisah yang akan ia gambar untuk menemukan 'rasa' dan menciptakan gambaran utuh di kepalanya. Setelah itu barulah ia mulai menuangkannya di atas kertas. Jika mood-nya sedang baik, cukup seminggu ia merampungkan kerjaannya. Paling lama ia menghabiskan waktu setengah bulan. Sebagai seorang freelancer, Suryadi dibayar Rp300 ribu per ilustrasi yang ia gambar. Suryadi memutuskan cabut dari Hidayah pada tahun 2015. Ia melanjutkan bekerja lepas sebagai ilustrator untuk penerbit buku pelajaran. Satu tahun setelah sang ilustrator pensiun menggambar mayat penuh siksaan, majalah intisari Islam itu ikut pamit dan tinggal memang sudah pergi, tapi kisahnya abadi. Kini, ketika mengenang soal kisah-kisah azab dan hikmah, namanya yang akan pertama terbayang di ingatan kita. Bayangan tentang bagaimana dulu kita selalu bertekad untuk tobat setiap rampung membaca kisah-kisah akhir hayat yang memilukan, sembari berdoa Semoga kematian kita bisa lebih baik lagi.
cerita hidayah bangkit dari kubur